KUNINGAN – Adanya dugaan pelayanan buruk terhadap pasien miskin di RSUD Linggajati yang diprotes Kades Linggasana Hj Henny Rosdiana SH Sabtu lalu, mendapat tanggapan masyarakat.

ilustrasi perawatan kesehatan
Ilustrasi perawatan kesehatan. Image by kconnect.eu

Mereka meminta agar Pemkab melalui Dinas Kesehatan bisa turun tangan untuk memberikan sanksi atas pelayanan buruk di RS tersebut.

“Sebenarnya sekarang ini tidak aneh kalau ada rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan maksimal terhadap pasien miskin. Sayangnya ini seperti dibiarkan begitu saja oleh pemerintah yang seharusnya bisa bersikap tegas untuk memberikan sanksi terhadap rumah sakit itu,” kata Irham Maulana, warga Kuningan yang mengaku kaget dengan adanya pemberitaan terkait RSUD Linggajati yang diduga tidak melayani maksimal pasien miskin, kemarin (16/11).

Menurutnya, dengan banyaknya kasus yang menimpa pasien warga miskin di Indonesia yang tidak mendapatkan pelayanan manusiawi, padahal warga tersebut memegang kartu sakti (Kartu Indonesia Sehat/BPJS, red), membuktikan betapa rendahnya derajat warga miskin dimata para penyelenggara layanan kesehatan.

 “Sepertinya orang miskin dilarang sakit. Ini sebetulnya dari hal yang terkecil. Karena saya yakin banyak diluaran sana orang miskin seperti ditelantarkan haknya meski sudah ada BPJS atau KIS,” tegasnya kepada Rakyat Cirebon.

Untuk itu, ia mengaku sangat miris dengan adanya pemberitaan yang kemarin menimpa pasien Wulan yang merupakan anak-anak di RSUD Linggajati.

“Saya yakin masih banyak rumah sakit yang dari sisi kemanusiannya tinggi. Jangankan warga miskin yang meminta dilayani secara gratis, mereka yang memegang kartu BPJS atau KIS juga terkadang memang tidak mendapat layanan yang layak. Sangat berbeda sekali dengan pasien umum,” ucap Irham.

Sementara, saat dimintai komentarnya terkait kasus tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan H Raji K Sarji, belum bisa memberikan jawaban, terlebih handphone yang bersangkutan tidak bisa dihubungi kemarin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kades Linggasana Hj Henny Rosdiana SH Sabtu lalu tiba-tiba memarahi sejumlah pegawai RSUD Linggajati karena diduga tidak memberikan pelayanan sebagaimana mestinya terhadap pasien Wulan (13) yang merupakan warga Linggasana Kecamatan Cilimus.

Atas inisiatif Kades tersebut, pasien Wulan kemudian dipaksa keluar dari RSUD Linggajati untuk dipindahkan ke RSUD 45 Kuningan yang dianggap lebih baik dalam memberikan pelayanan terhadap pasien miskin.

Aksi marah-marah Kades mendapat perhatian dari para pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah Linggajati.

Sebagian diantaranya terheran-heran dengan kejadian itu karena tidak tahu kalau ada pasien yang diduga mendapat pembiaran dari pihak Rumah Sakit.

Sayangnya kala itu pihak Rumah sakit tidak bersedia memberikan klarifikasi atas dugaan pembiaran pasien Wulan yang kini telah mendapat pelayanan yang baik di RSUD 45 Kuningan. (muh)

Video Kades Kuningan Ini Ngamuk Di Rumah Sakit Linggarjati – kuningan jawa barat