Suka Duka Away Bagi Suporter Yang Masih Kerja (Seri 2 dari 3 Tulisan)

0
20
Camera 360

Nonton timnas di luar negeri jadi candu baru buat saya. Selain kita bisa liburan kita bisa dukung tim kesayangan. Belum 1 bulan lepas dari laga AFC U19 di Myanmar (Baca Cerita di sini) Timnas Senior akan mengikuti laga Piala AFF 2014. Turnamen ini rencananya akan digelar pada 22 November – Desember 2014. Dua negara akan menjadi host. Vietnam dan Singapura. Sebagian fans Indonesia berharap Indonesia bisa bermain di Singapura saja.

Namun, drawing membawa Timnas bermain di Vietnam. Yah, nggak bisa nonton gumam saya dalam hati. Sampai akhirnya ada kesempatan, sebuah brand mengadakan kuis yang hadiahnya jalan-jalan ke Vietnam nonton Timnas. Dan Alhamdulillahnya saya menang. Mungkin ini menang kuis yang paling berkesan.

Derita Traveller Dengan Ijin Kerja

Ini yang sering jadi PR para pelancong yang masih terikat dengan pekerjaan kantor. Belum sebulan saya cuti mosok harus cuti lagi. Tapi beruntungnya saya punya pak bos yang pengertian dan baik banget. Ijin 2 hari acc. Kamis, Jumat. Padahal sebenarnya saya baru balik Senin Siang dari Hanoi namun saya memilih cuti 2 hari saja. Seninnya tinggal Ijin dan Senin itu adalah Ijin terkeren yang pernah saya bikin. Saya masih di Changi. Pesawat Delay. Padahal jam 10 pagi baru arah ke Changi dari Hanoi.

Taksi Nakal di Hanoi?

Perjalanan kedua keluar negeri sudah mulai pede, Hotel dan Maskapai sudah dibelikan oleh sponsor plus uang saku tentunya. Tinggal modal badan. Meski demikian saya tetap searching mengenai negara tujuan. Scam Taksi banyak terjadi di Hanoi katanya.

Dan itu tidak sepenuhnya terbukti. Saya menggunakan Taksi Group Airport, Ada promo 380.rb VND dari bandara sampai ke city centre. Saat dibandara si calo taksi mengatakan kalau saya bayar maksimal 380 itu tadi. tak ada tambahan biaya lainnya. Akhirnya sampai hotel (Rissing Dragon Villa Hotel) di jalan Batsu daerah Hoan Kiem District saya hanya membayar sesuai yg di stiker tadi. Di argo sih totalnya 450an VND. tapi kami cuma kasih 400rb VND dan si sopir nerima.

Beberapa kali keliling Hanoi juga taksinya murah. Dari stadion ke hotel sekitar 50rb VND dan beberapa kali naik kisarannya segitu segitu juga. Pernah suatu kali ke stadion dari hotel si taksi ini lewat rute yang agak menyimpang dari peta yang kita lihat di HP. Dua kali kita ingetin kalau kita mau ke Hang Day stadium dengan menunjukan HP. kelihatan mau ngebohongin dengan memutar lebih jauh lagi, temenku nyletuk “gw baca di blog kalau sopir taksinya macem macem bilang aja gini – I call Police- udah gitu aja” Entah karena dengar obrolan kami si sopir langsung balik arah ke jalur yang bener dan ngebut nggak karuan. Trus di dalem taksi pun kita nyletuk ” ini gara gara loe ngomongin isilop (polisi dibalik) jadi ngamuk kan dia” dan kami pun terbahak. Eh udah diputer puter jauh, argonya pun cuma beda 16rb dong jadi 66rb VND. Mungkin kami naik siang hari sampai sore hari. jadi nggak terlalu mengalami penipuan. Nggak tau deh kalau yang naik malem hari. Soalnya jam 11 di sono udah sepi. Hotel kawan kami saja jam 11 rolling doornya sudah ditutup.

Tak banyak aktifitas jalan-jalan yang kami lakukan di Hanoi. Selain hanya berenam,  Trip kali ini saya memang hanya mau nonton bola saja. Beruntung hotel kami berada di dekat danau Hoan Kiem

Motor, Pho, Kwaci dan Beer

Berbeda dengan Yangoon yang tidak ada sepeda motor, di Hanoi motor ada dimana – mana. Tapi meski motor ber sliweran jarang terjadi ada ngotot-ngototan Karena senggolan.  Di Vietnam punya kebijakan jika punya rumah dua lantai, lantai paling bawah wajib dipakai buat buka usaha. Kebanyakan membuka warung pho. Sejenis masakan mi sapi dari Vietnam. Selain itu di sudut – sudut gang banyak yang membuka kedai untuk ngobrol dan menyantap kwaci. Ya kwaci. Sama seperti di Yangoon bangku kecil yang menemani para anak muda tersebut nongkrong. Selain ngeteh / ngopi, kamu juga punya pilihan untuk nge beer

Adidas, Elektronik dan Pre Wedding

Buat pengkoleksi Jersey, pasti banyak mendapati di tag jersey tersebut tulisan Made In Vietnam. Beberaoa outlet Adidas saya datangi, hasilnya. Sepatu dengan merk yang sama di Jakarta 300rb di Hanoi 600rb VND. Hah, dua kali lipat. Tenang, sebenarnya sama kok. Ukurannya 1000 VND = 500 Rupiah. Jadi sekali lagi ngitungnya gampang. Kalau makan 134.000 (ini makan saya termahal saat di Hanoi) sama saja dengan 70rb rupiah. 

Beberapa kali saya melewati toko dengan banner Ipad Mini seperti ini, mungkin Apple sedang berduel dengan pasar Samsung di Hanoi. Jika kamu sempat datanglah ke Trang Tien Plaza swalayan ini menjual barang-barang branded, ini semodel Plaza Senayan sepertinya. Oya di Trang Tien Plaza kerap menjadi lokasi pemotretan untuk pernikahan. Beberapa kali saya lewat namun tidak sempat memfoto. Ini adalah foto yang saya ambil dari web mytravelandfooddiary.wordpress.com

Saat pulang, kami harus buru-buru saat di bandara Hanoi. Cek in tiketnya masih pakai pulpen, antrian imigrasi panjang. Beruntung kami tidak tertinggal pesawat. Di perjalanan ke Hanoi ini saya merasakan transit di Changi lama. Saat berangkat saya transit 9 jam, dan 16 jam saat perjalanan pulang. Akhirnya setelah Myanmar dan Vietnam, Paspot ber stempel imigrasi Singapura. Saya keluar Changi masih menggunakan Free Tournya bandara Changi. Masih belum berani keluar naik MRT sendirian. Di tulisan saya selanjutnya akan ada cerita soal digelandangnya saya sama petugas imigrasi. Tungguin ya!

Arista Budiyono
bisa ditemui di akun @infosuporter

Sumber: Isi Buku Tamu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here