Cara Konfigurasi DHCP Server Di Ubuntu Server 18.04 LTS

0
17

Tutorial Cara Konfigurasi DHCP Server Di Ubuntu Server 18.04 LTS Lengkap – Keuntungan kita melakukan konfigurasi DHCP server pada ubuntu server kita adalah client client yang terhubung dengan server kita itu akan mendapatkan IP Address secara dynamic atau otomatis, jadi kita tidak perlu repot untuk melakukan setting ip address secara manual pada client client kita.

1 sampai 3 client ya oke deh masih sanggup kita setting ip address secara static atau manual tapi cukup buang waktu juga, lalu bagaimana jika kalian ada 100 client? yakin mau di setting satu per satu ip address tersebut kepada client? maka dari itu dengan konfigurasi dhcp server di ubuntu server 18.04 LTS ini kita ga perlu buang waktu untuk setting ip address secara manual kepada client yang ingin terkoneksi dengan server kita. 

Untuk topologi sederhananya kita bisa lihat gambar dibawah ini. 

Sebagai gambaran kecil koreksi saja jika ada salah pada gambar diatas ini nanti akan saya perbarui. Pada eth0 atau enp0s3 di server ubuntu kita setting sesuai ip address yang kita dapat secara dynamic, disini saya mendapatkan ip address 192.168.100.10 maka akan saya setting ip address secara static pada enp0s3 atau eth0. 

Lalu untuk enp0s8 atau eth1 yang menuju kearah switch dan switch nantinya akan membagikan IP address secara dymanic ke client seperti gambar diatas ada client laptop dan client PC desktop. 

Untuk client client yang terhubung akan mendapatkan salah satu ip address secara dynamic atau otomatis mulai dari 192.168.10.2 sampai 192.168.10.254.

Semoga kalian paham dengan penjelasan sedikit diatas tadi, jika tidak paham bisa di koreksi saja di kolom komentar dibawah. Oke kita lanjut ke cara konfigurasi dhcp server pada ubuntu server 18.04 LTS.

Konfigurasi DHCP Server Di Ubuntu Server 18.04

1. Pertama kalian setting static ip address pada interfaces eth0 atau interfaces enp0s3 yang mendapatkan ip address dynamic. Yang nantinya interfaces eth0 atau interfaces enp0s3 ini akan menjadi sebagai sumber internet atau kita setting sebagai gateway atau nat. (Baca juga : Setting ip address static di ubuntu server 18.04).
Disini saya juga sudah setting ip address untuk interfaces eth1 atau interfaces enp0s8 sesuai dengan ip address pada gambar topologi diatas, seperti gambar dibawah ini.
2. Jika sudah setting ip address static nya di ubuntu server, selanjutnya kalian update package terlebih dahulu dengan memasukan perintah:
apt-get update 
Seperti gambar dibawah ini.
3. Jika update sudah selesai, selanjutnya kita install service dhcp servernya dengan memasukan perintah:
apt-get install isc-dhcp-server -y
4. Jika dhcp server sudah selesai di install, selanjutnya kita edit atau konfigurasi file dhcpd.conf nya untuk melakukan edit file tersebut masukan perintah:
nano /etc/dhcp.dhcpd.conf

Selanjutnya tampilan awal nya akan seperti gambar dibawah ini.
Lalu berikan tanda hastag (#) pada line 10 option domain name dan line 11 option domain-name-servers, dan hapus tanda hastag(#) pada authoritative, seperti gambar dibawah ini.

Selanjutnya hapus tanda hastag (#) pada A slightly different configuration for an internal subnet, seperti gambar dibawah ini.
Menjadi seperti gambar dibawah ini.

Jika sudah lanjut konfigurasi seperti gambar dibawah ini.
Pada baris subnet dimasukan ip network ip network saya adalah 192.168.10.0 dan netmask dimasukan subnet mask dari /24 yaitu 255.255.255.0.
Untuk baris range masukan ip address yang akan digunakan oleh client nantinya karena ip address 192.168.10.1 sudah di gunakan sebagai gateway, maka saya akan memasukan ip address 192.168.10.5 sampai 192.168.10.254. 
Jadi client yang terhubung akan mendapatkan ip address  mulai dari 192.168.10.2 sampai 192.168.10.254. Bagian option subnet-mask masukan 255.255.255.0 karena disini saya menggunakan prefix /24.
Untuk bagian option-routers masukan ip address yang akan dijadikan sebagai gateway. Disini saya memasukan ip address 192.168.10.1 yaitu ip address dari interfaces eth0 atau interfaces enp0s3.
Bagian option broadcast-address kalian masukan ip broadcast kalian, disini saya menggunakan prefix /24 jumlah total hostnya adalah 256 dan host yang bisa saya gunakan itu 254 Host ip address mulai dari ip address 192.168.10.1 sampai 192.168.10.254.
Maka 192.168.10.0 adalah IP Network saya dan 192.168.10.255 adalah IP Broadcast saya.
Jika sudah kalian save saja konfigurasinya dengan kombinasi tombol ctrl + x atau ctrl + o.
5. Selanjutnya kita buka file isc-dhcp-server dengan masukan perintah:
nano /etc/default/isc-dhcp-server

Jika file isc-dhcp-servernya sudah terbuka, pada INTERFACEv4 kalian masukan interfaces kedua disini interfaces kedua saya adalah enp0s8 yang sudah saya setting static ip address sebelumnya, seperti gambar dibawah ini.

Jika sudah kalian save file konfigurasinya nya dengan kombinasi tombol ctrl + x atau ctrl + o.
6. Sekarang kita restart dhp server servicenya dengan memasukan perintah:
systemctl restart isc-dhcp-server
Seperti gambar dibawah ini.

Sekarang kita test di sisi client, apakah client kita sudah bisa mendapatkan ip address secara dymanic atau otomatis dari server? hasilnya gambar dibawah ini.

Client saya disini adalah windows xp yang saya jalankan dengan virtualbox dan terlihat pada gambar diatas bahwa client saya sudah mendapatkan ip address secara dymanic atau otomatis dari server.
Sekarang kita cek di sisi server apakah masuk kedalam lease dhcp list? cara ceknya kalian hanya cukup memasukan perintah:
dhcp-lease-list

Outputnya kalian bisa lihat seperti gambar dibawah ini.

Client nya masuk kedalam list dhcp lease.

Sebenarnya sekarang untu dhcp server sudah selesai karena client sudah berhasil mendapatkan ip secara dymanic dari server tapi adalah masalah di client, yaitu si client tidak bisa terhubung internet.

Di sisi client saya ping ip server atau ip gateway, hasilnya adalah berhasil mendapatkan reply seperti gambar dibawah ini.

Ini artinya client berhasil terhubung satu jaringan dengan server namun masih belum terhubung internet, saya mencoba ping google.com dan ping 8.8.8.8 hasilnya adalah RTO atau Request Timed Out, seperti gambar dibawah ini.

7. Untuk mengatasi server terhubung internet namun client tidak terhubung kita hanya perlu setting nat pada server, caranya kalian kembali ke sisi server lalu kita setting atau edit file sysctl.conf dengan memasukan perintah:
nano /etc/sysctl.conf

Selanjutnya, jika kalian sudah berada di dalam file sysctl.conf nya kalian cari net.ipv4.ip_forward=1, seperti gambar dibawah ini.

Jika sudah ketemu kalian hapus tanda hastag (#) nya seperti gambar dibawah ini.

Sekanjutnya kalian save konfigurasinya dengan kombinasi tombol ctrl+o atau ctrl+x. 

8. Setelah itu kita restart konfigurasinya bisa dengan reboot server kalian bisa juga restart konfigurasinya dengan memasukan perintah:
sysctl -p /etc/sysctl.conf

Seperti gambar dibawah ini.

9. Kita install iptables terlebih dahulu untuk kita setting NAT di server kita, caranya dengan memasukan perintah:

apt install iptables iptables-persistent -y

Seperti gambar dibawah ini.

Pilih yes untuk tampilan seperti gambar dibawah ini.

 Pilih yes juga pada tampilan seperti gambar dibawah ini.

Selanjutnya tunggu hingga proses download dan install selesai.

10. Jika sudah selesai masukan perintah dibawah untuk kita setting nat pada interface enp0s3 atau pada interface pertama, perintahnya:
iptables -t nat -A POSTROUTING -o enp0s3 -j MASQUERADE

11. Jika sudah memasukan perintah diatas, masukan perintah dibawah ini:

iptables -t nat -L

12. Selanjutnya masukan perintah dibawah ini untuk melakukan save konfigurasi tadi, perintahnya:

netfilter-persistent save

Jika sudah sekarang kita reboot atau restart, dengan memasukan perintah:

netfilter-persistent restart

Sekarang kita check di sisi client apakah client sudah bisa terhubung kedalam internet?

Baca juga : Cara install dan konfigurasi webserver apache2

IP address tetap sama menggunakan 192.168.10.2 dengan gateway 192.168.10.1, masukan perintah ping google.com atau ping 8.8.8.8 jika berhasil maka akan mendapatkan reply seperti gambar dibawah ini.

Sekarang client sudah bisa terhubung di internet dan bisa melakukan browsing, download dan juga upload.

Semoga kalian paham dengan penjelasan cara konfigurasi dhcp server di ubuntu server 18.04 LTS diatas tadi ya hehe.

Jika ada pertanyaan silakan ketikan saja di kolom komentar atau kontak saya di halaman kontak admin.

Silakan berikan saran, kritik, masukan untuk artikel ini atau artikel lainnya ataupun blog ini di kolom komentar. Saran, kritik, masukan kalian merupakan bentuk support kalian untuk saya dan juga blog ini.

Sekian terimakasih.

Sumber: Catatan Shand

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here