Mengatrol Nilai Secara Adil

0
24

Teorinya, ketika peserta didik (PD) gagal mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan, maka tugas seorang pendidik adalah memberinya remedial dan tindak lanjut lain agar si peserta didik mengalami perbaikan.

Prakteknya? Well, who am I to judge?
Ada beragam variabel (atau mungkin sekedar 1001 alasan, alias ngeles) yang membuat seorang pendidik tidak memberikan perlakuan lanjutan kepada PD yang tidak mencapai KKM dan akhirnya repot sendiri karena mendapati nilai yang tidak memenuhi syarat.

What to do? Remedial susulan? Bagus, tapi sepertinya merepotkan.
Is there an easier way? Bagaimana jika katrol saja nilainya?
Wut? …

Saya tidak akan berpolemik mengenai katrol-mengatrol atau dongkrak-mendongkrak nilai, 2complicated4me. Di artikel ini hanya akan menjabarkan salah satu cara untuk mengatrol nilai secara ilmiah dan adil. O ya, cara ini saya dapatkan dari blog seorang rekan di Telegram dan tanpa malu akan saya sadur di sini.

Baiklah kita akhiri mukadimahnya.
Dimisalkan ada lima orang PD dalam tabel spreadsheet A1:C5.
Kolom A adalah nama PD.
Kolom B adalah perolehan nilai asli.
Kolom C adalah nilai hasil “katrol”.

. A B C
1 Den Endul 20 70
2 Iteung 65 84
3 Kabayan 80 88
4 Lamsijan 45 78
5 Umar Bakri 85 90
6
7 MAX 85
8 MIN 20
9 KKM 70
10 LIMIT 90
11 A 0,31
12 B 64

Isikan formula pada:

  • Sel B7 untuk nilai terbesar dari seluruh PD.

    =MAX(B1:B5)
    
  • Sel B8 untuk nilai terkecil dari seluruh PD.

    =MIN(B1:B5)
    
  • Sel B9 adalah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal. Ini akan menjadi nilai batas bawah.

  • Sel B10 adalah nilai tertinggi setelah dikatrol. Ini akan menjadi nilai batas atas.

  • Sel B11 untuk tetapan A yang kemudian akan dikalikan dengan nilai MAX.

    =(B10-B9)/(B7-B8)
    
  • Sel B12 untuk tetapan B yang nantinya akan ditambahkan dengan A.

    =B10-(B7*B11)
    
  • Sel C1:C5 untuk nilai hasil katrol. Isikan formula berikut pada sel C1:

    =C1*B$11+B$12
    
     Kemudian salin **C1** dan tempelkan pada sel **C2** sampai **C5**. 

Menggunakan cara ini tidak akan ada cerita si Fulan nilainya tinggi karena bapaknya adalah pemilik kos, atau si Anu nilainya kecil karena Ibunya ga pernah bayar hutang.

Demikianlah. Semoga kita tidak sampai terbiasa menggunakan cara ini. Amin.

Sumber :kabayankababayan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here